AYAH

Ayah!!

Memandang langit, menikmati bintang gemintang kecil

Mengenang waktu waktu indah bersamamu

Iya bersamamu! Lelaki terhebatku, lelaki pelindungku!

Lelaki yang menjadi cinta pertamaku.

 

Waktu itu kau selalu meluangkan waktu untukku

Duduk bersama menikmati sore dan secangkir kopi kesukaanmu!

Kita duduk bersama, lalu aku mulai bercerita banyak hal.

Tentang teman-temanku, sekolahku dan juga hari-hariku.

 

Kau mendengarkan setiap ceritaku dengan seksama.

Dan saat aku mulai bosan bercerita,

Aku mulai memintamu mengajariku doa dan surah-surah pendek

Lalu dengan senyummu kau mulai mengajariku dengan sabar.

Bahkan saat aku merengek meminta dibuatkan mainan kau dengan senang hati menurutinya.

 

Kau tak pernah merasa keberatan meski itu adalah waktu istirahatmu

Kaupun tak pernah menunjukkann raut muka lelah dihadapanku

Kau juga tak pernah marah jika aku mulai merengek tidak jelas.

Mungkin kau takut mengecewakan atau bahkan membuatku menangis.

Karna yang kutau kau hanya ingin menyenangkan anak kecilmu ini.

 

Kau memang lelaki terhebatku!

Yang senantiasa mengajakku beribadah dan bersyukur kepada-Nya

Yang dengan sabar mengingatkanku saat aku lalai

Dan yang dengan ikhlas menghujaniku dengan kasih sayang.

AHingga akhirnya…Tuhan memanggilmu untuk pulang!

Menunjukkan betapa DIA mencintaimu.

Kau pergi meninggalkanku hanya beberapa hari setelah pengumuman kelulusanku

Meninggalkanku dengan sejuta mimpi dan ribuan cerita yang belum sempat aku ceritakan.

 

Ayah!!

Aku merindukanmu! Benar-benar merindukanmu.

Jika boleh aku ingin sekali lagi duduk bersamamu.

Menikmati sore dan kopi hangat kesukaanmu,seperti yang sering kita lakukan dulu.

 

Aku ingin bercerita banyak hal

Tentang hari yang kujalani

Tentang cinta yang kualami

Dan tentang hidup yang ternyata tak semudah bayanganku dulu.

Aku ingin bersandar di pundakmu, meluapkan tangis yang tersimpan.

 

Ayah!!

Ajaklah aku sesekali mengarungi alam mimpi yang terindah.

Mimpi dimana hanya ada aku, mama, ayah, dan kakak-kakakku,

Ajaklah sekalian adik kecilku itu untuk kau kenalkan pada kakaknya ini.

Kita lalu duduk bersama menghabiskan sore, menimati kopi dan teh hangat.

Bercanda dan tertawa bersama. Hanya keluarga kecil kita!

Ahh! Aku sudah terlalu melampaui batas yah ayah, bermimpi hal-hal mustahil?

Ayah!!

Tenanglah di alam sana.

Jika kau merindukanku, datanglah melihatku datanglah di mimpiku!!

Aku merindukanmu my hero!!

Hasmira, 08 November 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s