Kepergianmu

Malam! Hahaha iya malamku kini semakin larut,meninggalkan senja dikala itu.

Malamku kini semakin larut , Beranjak naik menyongsong harmoni semesta

malamku kini semakin larut, malam yang tak sesempurna dulu

Saat kursi dipojok sana masih kau duduki,

 

Mataku tak henti-hentinya menatap sendu saat kau seakan terhipnotis oleh keindahan langit malam

Masih sangat jelas saat dengan senyum manismu kau berucap

“Akan ada waktu aku hanya bisa melambaikan tangan dari atas sana, menjagamu dari jauh dan menyinarimu dengan ribuan cahaya yang tak akan kau kenali”

Dan kini kau membuktikan kata-kata itu,

kau pergi dan tak kembali, lebih tepatnya tak akan mungkin kembali.

 

Akan terdengar lucu, tapi memang benar kepergianmu seolah membawa separuh kehidupanku.

Kau seakan membawaku terbang jauh hingga membuatku susah untuk menemukan jalan pulang

Entah bagaimana lagi aku harus bersikap, hatiku telah memaksaku untuk tetap terdiam pada cinta yang kau tanamkan

Cinta yang kau tancapkan hingga mengakar dalam lubuk hati yang terdalam.

 

Kau pergi meninggalkan tangis, tangis yang sangat sulit untuk ku redam

Tangis yang menghabiskan sisa-sisa NACL dalam kantung mata

Kau telah berhasil menciptakan turbulensi dasyat untuk hidup sederhana yang kupunya.

kepergianmu juga telah berhasil membuat ukiran senyum di sudut bibir ini memudar.

Bahkan teriakku taklagi memiliki arti mungkin karna pondasi sakit yang tercipta terlalu kokoh hingga takbisa untuk aku robohkan.

 

Aku sadar mungkin keegoisanku sudah telalu akut hingga mengikhlaskanmu pun sudah terlalu sulit

Aku (juga) sadar bahwa keegoisanku tealah membuatmu tersiksa di alam sana, tapi percayalah itu hanya karna aku benar benar mecintaimu.

Jika boleh, aku ingin meminta sedikit waktu untuk menyusun keping-keping keikhlasan,

karna cinta yang kupunya bukan hanya sekedar cinta yang berangkat dari sebuah keegoisan, yang hanya ingin meminta tanpa memberi balasan.

Cinta yang kupunya adalah cinta yang tak beralasan, cinta yang tak memiliki ujung.

 

Mereka memang benar, aku harus tetap berjalan menapaki jalan jalan baru tanpa hadirmu

Meski menyisakan luka tapi seiring dengan waktu pasti takakan terasa sesakit ini. Bukankah luka akan sembuh seiring berjalannya waktu?

Ahhh sudahlah sayang!!

Lelaplah dalam tidurmu, semoga masih ada mimpi tentang kita, dan semoga waktu masih bersedia menyatukan kita di singgasana surga.!!!

HASMIRA,8 november 2015

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s