Negeriku!!

Negeriku…Negeriku semakin ngeri,
Bulu kuduk berdiri karena wayang mulai bertindak sana-sini
Ini bukanhanya tentang negeriku yang kian menakutkan,
Tapi juga tentang hak-hak yang terampas dari tangan sendiri
dan tentang tanah tempat berpijak yang kian menjadi asing.

Ada apa dengan negeriku ini?
Anjing-anjing bertahta dan tikus berdasi duduk di singgasana mewahnya,
Menonton dan tersenyum puas tanpa rasa bersalah.
Menyodorkan sembako hanya pencitraan yang dengan bangga mereka umumkan.

Dan lihatlah! Disana para bandot-bandot tua itu
Mereka sedang tertawa riang bersama wanita-wanita berbikininya.
mempertontonkan kebejatannya dengan kepala yang mendongak.

Ada apa dengan negeriku ini?
Saling membantai satu sama lain memperebutkan jabatan,
dan bahkan menelanjangi negeri sendiri lalu menggadaikannya bak ikan asin sambil bersorak mengatas namakan persahabatan.

Menyalahgunakanpolitik secara ramai dengan pelbagai taktik
Pengacara tereduksi sebatas calo perkara yang menerima kasus semata karena imbalan.
Putusan hakim yang bisa menjadi komoditi diserahkan kepada penawar tertinggi.
Bahkan profesi penegak hukum yang begitu terhormatpun berevolusi menjadi pengumpul upeti.

Dimana negeriku yang dulu diperjuangkan oleh rakyat selama 360th?
Dimana negeriku yang dulu menjadi harga mati untuk diperjuangkan?
Dimana negeriku yang dulu kaya akan pohon-pohon pencakar langit?
Dimana negeriku yang dulu?
Negeri yang diperjuangkan dengan keringat dan darah,
negeri yang dibangun atas pondasi keringat dan darah
dan dimana negeri yang lahir darisebuah kesatuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s