SANG PENUNGGU


Hari ini hujannya lebih lama

Hampir tak ada jeda untuk burung yg ingin pulang membawakan makanan pada anaknya

Hampir semua tak ingin keluar dari rumah mereka yg hangat

Perapian di rumah bahkan tak berhenti menyala
Sudah malam tapi hujannya masih turun

Seolah memberikanmu waktu yg panjang untuk menikmati hangatnya teh dan kue buatan ibu

Memintamu mendengarkan suara hujan yg jatuh ke tanah

Menikmati setiap tetesnya di jendela kecilmu
Tapi tunggu…. Ada wanita kecil itu lagi diseberang sana

Hampir tak terlihat karna ditutupi payung besarnya

Sesekali payungnya ia tahan dengan dua tangan mungilnya 

Kali-kali payungnya terbang terbawa angin
Seperti biasa wanita itu tampak sedang menunggu sesuatu

Menengok kiri dan kanan entah mencari siapa 

Dia tampak kedinginan diluar sana sendirian

Tatapan matanya kosong

Raut mukanyapun menunjukkan betapa ia bersabar menunggu
Hujannya semakin deras tapi dia masih disana

Tak bergeming sedikitpun 

Sesekali Ia membiarkan tangannya di Jamah hujan

Memainkan kakinya pada genangan air
Beberapa waktu Ia terlihat menerima telpon

Ia tampak mengehela nafas yg panjang 

Raut mukanya berubah

Ia berbalik arah

Tampaknya Ia kembali tak menemui apa yg ia tunggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s