Lukamu

Entah separah apa lukamu!

Kemarin, entah kenapa kau tiba-tiba mengajakku untuk datang ke tempat ini. 
Menyaksikan senja yg perlahan hilang dalam gelap. 
Engkau sama sekali belum mengajakku untuk berbicara bahkan kau tak menatapku meski hanya sekejap.

Lama sekali kau tak bergeming dan hanya menatap… tak seperti biasanya. 
Seketika itu aku tak melihatmu seperti yg ku kenal sebelumnya.
Engkau Diam dan hanya diam hingga gelap mangantar sang senja untuk pergi.

Kau masih saja diam seakan menginginkan untuk sendiri, menatap kosong tanpa batas. 
Ingatanku masih sangat kuat saat kau melepas genggaman mu ketika aku mengajakmu untuk mengantar senja.

Saat itu kau hanya berkata; “pergilah! Aku tak suka mengantar senja karna aku tak ingin melihat sebuah perpisahan!”

Lalu saat ini engkau mengajakku mengantarnya tanpa memperkenalkanku pada senjamu. 
Engkau tenggelam dalam gelap dipenghujung cahaya senjamu.
Engkau memilih sembunyi tanpa melihat cahaya yg aku sisipkan di sudut senja yg juga kukatakan milikku.
Entah apa yg akhirnya mengusikmu hingga datang ketempat ini.
Engkau seolah mengingat luka yg kau sembunyikan selama ini yang bahkan kau tak ingin jika aku menyentuh luka itu sedikitpun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s