AKHIR


Pada akhirnya kamu hanyalah salinan kata dari aksara-aksara Rindu yg aku baca.

Goretan-goretan pena yg kutuliskan di buku kecil. 

Yang tak jarang menyisakan lelehan di kedua ujung mata.

Aku bisa merasakannya, menulisnya, membacanya namun tak bisa menuntaskannya.


Engkau riang berada diluar jangkauku

Sedang aku meradang tak menjangkaumu. 

Lisanku acap kali mengucap Rindu namun tak pernah berani menyampaikannya. 

Aku terlampau takut jatuh.


Pada sebaris serapah, ada jiwa yg pasrah. 

Menjelma menjadi ragu

Di penuhi lara yg tak berkesudahan. 

Aku menghimpun tanya perihal engkau yg diam-diam menyeludupkan setumpuk harap padaku.

Lalu kemudian menghancurkannya sekejap waktu.


Di satu waktu, kau akhirnya bicara. 

Katamu: jangan berharap, aku tak ingin membuatmu berharap.

Aku lantas tersadar bahwa aku jatuh pada pengharapan yg tak pernah kau niatkan untukku. 

Tawaku pecah tiap kali mengingatnya. 

Menyadari betapa aku yg salah telah menjatuhkan harap. 

Maaf harus merepotkanmu dalam rasa ini. 

Dan… Jangan merasa bersalah karna ini salahku!! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s